Tidak Hanya bidang IT, hak cipta pun diperlukan dalam segala bidang. Adanya hak cipta merupakan suatu perlindungan secara hukum akan suatu produk yang tercipta. Dengan adanya hak cipta ini, maka suatu produk akan terlindungi dari tindak penji[lakan/peniruan produk.
Dalam bidang IT, produk yang tercipta dan dapat dipatenkan adalah suatu software atau sistem yang benar-benar murni dibuat oleh seorang IT/suatu kelompok organisasi yang dimana produk tersebut belum pernah ada sebelumnya.
Pembuatan software dengan menggunakan software lain yang bajakan, secara sepintas dapat dikatakan sebagai pelanggaran hak cipta akan munculnya software bantuan tersebut. Namun jika dilihat lebih rinci, hal tersebut juga dapat tergolong bukan pelanggaran hak cipta, karena software bajakan yang dipergunakan sebagai alat bantu menghasilkan software yang baru tidak mengalami perubahan source atau isi software itu sendiri.
Hak Cipta Produk IT
UU No. 36 telekomunikasi
Menurut UU No.36/1999 mengenai Telekomunikasi, pasal 38 : "Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi". Dari isi undang-undang tersebut, menurut saya tidak ada pembatasan sama sekali mengenai penggunaan teknologi informasi. Peraturan perundang-undangan tersebut justru akan membawa perkembangan Tekhnologi Informasi kearah yang lebih baik dan lebih terkendali.
Namun Undang-ndang tersebut kurang menjelaskan secara terperinci mengenai perbuatan-perbuatan apa saja yang dapat mengganggu penyelenggaraan telekomunikasi. Namun demikian, bila pengguna Teknologi Informasi menggunakan Teknologi Informasi yang telah tersedia sesuai dengan koridor-koridor yang ada, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai perkembangan Teknologi yang semakin pesat.
Walaupun telah ada UU yang mengatur koridor-koridor tentang penggunaan Teknologi Informasi, pengguna tidak perlu merasa terbatasi geraknya dalam menggunakan Teknologi Informasi.
Ciri-ciri Profesionalisme bidang IT
Kode Etik Profesi mencangkup sebuah prinsip/norma2 yang harus dijaga dalam menjalin hubungan dengan klien atau suatu organisasi tertentu. Di bidang IT itu sendiri, suatu kode etik profesionalisme ditunjukkan dengan suatu keaslian produk program aplikasi/software yang diciptakan.
Seorang IT selain harus dapat menjaga keaslian program aplikasi yang ia buat, ia juga harus dapat memberikan keamanan programnya kepada klien dari serangan-serangan seorang/sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab seperti halnya seorang hacker atau cracker yang dapat merugikan klien. Seorang IT juga harus dapat menjaga nama baik sebuah instansi atau perusahaan dimana ia bekerja dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan perusahaan/instansi lain.
Hingga saat ini pun masih belum terlalu jelas kode etik bagaimana yang harus dimiliki oleh seorang IT, karena belum tersusunnya kode etik IT secara resmi seperti halnya sebuah kode etik yang dimiliki oleh lembaga IDI (Ikatan Dokter Indonesi). Mungkin dengan bercermin dari lembaga IDI, dapat dibentuk pula sebuah lembaga yang menaungi dan menampung segala peraturan-peraturan/etika-etika pengguna TI.
Etika dalam Teknologi Informasi
Pesatnya perkembangan teknologi sekarang, membutuhkan pengendalian-pengendalian guna menghindari hal2 yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah diperlukannya suatu etika sebagai tenaga IT maupun pengguna TI (Teknologi Informasi) itu sendiri.
Sebagai contoh, kasus yang belum lama terjadi yaitu kasus blog seorang Prita Mulyasari dimana ia menceritakan/menuangkan keluh kesahnya akan ketidakpuasannya dengan layanan suatu rumah sakit dimana ia sempat dirawat kepada teman-temannya melalui media FaceBook. Karena tindakannya itu Prita dituntut secara pidana oleh pihak RS yang KATANYA merasa dicemarkan nama baiknya oleh sang penulis blog (Prita.M).
Dari kasus ini, seharusnya dijelaskan secara gamblang mengenai etika-etika apa saja yang harus dan wajib digunakan sebagai tuntunan oleh sang pengguna TI. Menurut saya, etika yang harus diperhatikan sebagai acuan dalam penggunaan dunia TI itu antara lain: no pornografi, no pornoaksi, tidak menyinggung ras, agama, maupun mencemarkan nama baik seseorang/organisasi tertentu dan tidak mempergunakan TI sebagai sarana pelaksanaan tindak pidana. Namun pada kasus Prita ini yang dimana ia hanya mencurahkan isi hatinya bisa dianggap sebagai pelanggaran etika ber-TI dan layak dipidanakan?!?
Money Laundry
1. Menjauh dari kegiatan kriminal yang menghasilkan duit haram itu, sehingga dapat menyulitkan ptoritas untuk menangkap mereka.
2. Menjauhkan uang haram itu dari aktivitas haram tersebut, sehingga apabila kriminal itu ditangkap tidak dapat disita atau dirampas.
3. Menikmati manfaat dari uang haram tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan dari pihak otoritas
4. menginvestasikan uang haram tersebut pada kegiatan kriminal yang akan datang atau dalam kegiatan usaha yang sah
Untuk itu akan dijelaskan di bawah ini tiga tahap pencucian uang :
1. Placement
Setiap prosedur “placement” yang berarti mengubah lokasi fisik atau sifat haram dari uang itu adalah juga salah satu bentuk “layering”. Strategi “layering” pada umumnya meliputi, antara lain, dengan mengubah uang tunai menjadi aset fisik, seperti kendaraan bermotor, barang-barang perhiasan dari emas atau batu-batu permata yang mahal, atau “real estate.
Dengan perkataan lain, pelaku kriminal harus mengintegrasikan dana dengan cara legitimasi ke dalam proses ekonomi yang normal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyampaikan laporan palsu yang menyangkut pinjaman uang.
Sebagai salah satu entry bagi masuknya uang hasil tindak kejahatan, bank harus mengurangi risiko digunakannya sebagai sarana pencucian uang dengan cara mengenal dan mengetahui identitas nasabah, memantau transaksi dan memelihara profil nasabah, serta melaporkan adanya transaksi keuangan yang mencurigakan (suspicious transactions) yang dilakukan oleh pihak yang menggunakan jasa bank. Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah atau lebih dikenal umum dengan Know Your Customer Principle (KYC Principle) ini didasari pertimbangan bahwa KYC tidak saja penting dalam rangka pemberantasan pencucian uang, melainkan juga dalam rangka penerapan prudential banking untuk melindungi bank dari berbagai risiko dalam berhubungan dengan nasabah dan counter-party. Penerapan ketentuan tersebut dilakukan berdasarkan antara lain 40 rekomendasi FATF dan core principle no. 15 dari Basel Committee on Banking Supervision .
1. Transaksi yang dilakukan oleh Politically Exposed Persons (PEPs)
2. Correspondent banking
3. Pelayanan jasa keuangan tanpa bertatap muka dengan melalui saran elektronis (electronic and other Non Face-to-Face Financial services)
4. Transaksi penarikan tunai
5. Penyimpanan dan transfer dana melalui ATM, dan
6. Electronic money (purses and cards).
(Sumber:
Bab X. Open Service Gateway Initiative
2. Abdullah Yusuf ( 11106535 )
3. Wahyu Budiadi. W ( 11106445 )
4. Hasmar Rosadi. K ( 11106586 )
Sebuah bundel adalah sekelompok kelas Java dan sumber daya tambahan yang dilengkapi dengan rincian
Layanan yang menghubungkan lapisan bundel dalam cara yang dinamis dengan menawarkan, menerbitkan
OSGi Alliance yang telah ditentukan banyak layanan. Layanan yang ditentukan oleh antarmuka Java.
Lapisan yang mendefinisikan enkapsulasi dan deklarasi dependensi (bagaimana sebuah bungkusan dapat
- CDC-1.0/Foundation-1.0
- CDC-1.1/Foundation-1.1
- OSGi/Minimum-1.0
- OSGi/Minimum-1.1
- JRE-1.1
- Dari J2SE-1.2 hingga J2SE-1,6
BAB VIII (MiddleWare)
Kelompok: 1. Em Misyma ( 11106540 )
2. Abdullah Yusuf ( 11106535 )
3. Wahyu Budiadi. W ( 11106445 )
4. Hasmar Rosadi. K ( 11106586 )
Midleware merupakan suatu software yang dirancang guna mendukung pengembangan system yang tersebar dan memungkinkan aplikasi yang sebelumnya terisolasi untuk saling berhubungan. Dengan bantuan middleware suatu data dapat diakses/digunaakan secara bersama-sama.
Midleware juga merupakan sebuah aplikasi yang secara logic berada diantara lapisan aplikasi dan lapisan data dari sebuah arsitektur layer-layer TCP/IP.
Midleware juga dapat dikatakan sebagai sebuah protocol komunikasi yang mendukung layanan komunikasi arus tinggi.Contoh Midleware itu sendiri:
1. Java’s: Remote Procedure Call.
2. Object Management Group's: Common Object Request Broker Architecture(CORBA)
3. Microsoft's COM/DCOM (Component Object Model)
4. Also .NET Remoting.
Midleware menyediakan kumpulan fungsi API (Application Programming Interface)
yang lebih tinggi daripada API yang disediakan system operasi dan layanan jaringn yang memungkinkan suatu aplikasi dapat:
1. Mengalokasikan suatu layanan secara transparan pada jaringan.
2. Menyediakan interaksi dengan aplikasi atau layanan lain.
3. Diperluas (dikembangkan) kapasitasnya tanpa kehilangan fungsinya.
Beberapa contoh layanan yang diberikan oleh Middleware adalah:
a. Transaction Monitor
1. Produk pertama yang disebut middleware.
2. Menempati posisi antara permintaan dari program client dan database, untuk menyakinkan bahwa
semua transaksi ke database terlayani dengan baik
b. Messaging Midleware
1. Menyimpan data dalam suatu antrian message jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded.
2. Mungkin berisi business logic yang merutekan message ke ujuan sebenarnya dan memformat ulang data
lebih tepat.
3. Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middleware digunakan untuk mengirim data
antar aplikasi
c. Distributed Object Middleware.
Contoh : RPC, CORBA dan DCOM/COM
d. Middleware basis data
Contoh : menyediakan antarmuka antara sebuah query dengan beberapa database yang terdistribusi
e. Application Server Middleware
Contoh : J2EE Application Server, Oracle Application Server
Inerface
- KDE (K Desktop Environment), sebuah aplikasi desktop environment untuk system operasi UNIX (tidak jauh berbeda dengan Linux) yang berfungsi untuk mengurangi penggunaan Command Line yang pemakaiannya tergolong rumit bagi orang awam.
- GNOME, merupakan desktop default yang userf-riendly (mudah dalam penggunaan) pada system operasi Linux.
- Bourne Shell(Bash)
- Korn Shell (Ksh)
- C Shell (Csh).
KOMPRES
KOMPRES (Kompetisi Kreatifitas Pengembangan Software) yang diadakan oleh Lab TI Universitas Gunadarma berjalan dengan lancar. Ada 3 kategori lomba, yaitu : 1. 3D Animation
2. Software Development Competition
3. Bugging Finder
Dari 3 Kategori tersebut yang buat w terkesan adalah Software Development Competition yang mana dimenangkan oleh kelompok RnD yang dimana ia hanya bekerja seorang diri.
Waahhhh......walaupun dy bekerja seorang diri, tapi dia mampu loch meraih juara PERTAMA dengan karya'nya yang membuat suatu Database Terstruktur.
Bayangin aja kalau sang juara ini ternyata masih duduk di semester Dua. Kebayang gk seh anak semester 2 (bs di bilang masih tingkat 1) dapat membuat Database secara terstruktur banget. Wat w seh gk ada celanya dech tuch karya dia (kalo gk slh judulnya "Human Resource" dech).
Usut punya usut ternyata dia itu lulusan SMK loh. Tapi SMK TI yang ada di Bekasi. Hal ini seharusnya dapat mengubah cara pandang orang terhadap orang-orang lulusan SMK. Tidak semua anak SMK itu mentok hanya menjadi seorang SPK mall ataupun supermarket saja.
Tuuulll gk.....????
ha..haa...
Chayoo Gunadarma University...
lanjutkan KOMPRES...!!!
Natal yang Paling Berkesan
ha..haa...
Rasanya baru kali ini merasakan natal yang sangat amat berkesan. U know why?!?
Cz w ngerayain natal di panti asuhan Bersinar daerah Kelapa Dua Wetan. Kebetulan w jadi salah satu panitia yang bertanggung jawab di bagian konsumsi.
Oooaaallaaaahhhh.......natal yang simple tapi bener-bener berkesan banget. DI panti asuhan itu tidak hanya tempat bagi mereka anak-anak yang bener-bener yatim piatu, tapi juga bagi mereka yang berasal dari keluarga yang minim konomi dan daerah konflik. Hal ini terbukti dari beberapa anak yang memeang sengaja dititipkan oleh ibu mereka karena ibunya tidak mampu membiayai kehidupan mereka.
Aduuh...miris yaah nasib mereka. Gk bisa kebayang deh kalo w yang harus berada di posisi mereka.
Tapi salut bgt deh untuk anak-anak penghuni panti itu. Di dalam segala keterbatasan mereka dan kekurangan mereka, ternyata mereka bisa membuat teman-teman w terkagum-kagum dengan talenta yang mereka punya.
Mereka menunjukan kalau keadaan mereka itu tidak akan membatasi kreatifitas mereka dalam berkarya. Contohnya aja ada anak yang kira-kira masih duduk di bangku SD sudah sangat mahir bermain drum dan jago ng'break dance..
Waaaooowwww....benar-benar anak-anak yang diberkati ya...
Tugas telematika pertemuan ke 12
Hasmar Rosadi 11106586
Abdullah Yusuf 11106535
Wahyu budiadi 11106445

Arti istilah Virtual machine dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut
Mesin virtual. Mesin penyedia layanan yang bersifat tidak nyata. Biasanya virtual machine ini berjalan dibawah suatu sistem operasi.

Teknologi virtualisasi (virtual machine) saat ini menjadi solusi murah untuk para System Administrator. Dengan virtualisasi, para admin tidak perlu menghabiskan biaya banyak untuk membangun sebuah server. Cukup dengan menggunakan software virtual machine, mereka bisa mempunyai beberapa komputer dalam sebuah komputer, atau disebut komputer virtual.
Beberapa virtual machine yg sudah dicoba, antara lain:
- VMware
- Virtual PC
- qemu / kqemu
- Virtual Box
tidak ada yg bisa digunakan full virtualization. Maksudnya, sistem operasi yg berjalan secara virtual tidak bisa menggunakan resource hardware 100% kecuali Virtual Box.
Ketika menggunakan Virtual Box dari Sun Microsystem, rasanya seperti mempunyai kloning dua komputer yg identik. Video tidak terjadi flicker, sound berbunyi merdu, kecepatan prosesor sama, dan yg paling penting bisa untuk main games.
Akhirnya bisa fokus ke dunia Linux.
Kalo mau main game tinggal dinyalain Virtual Box-nya. :)
Kemudian terakhir yg perlu diingat ketika menggunakan virtual machine adalah 'tambah memori / RAM' komputer, karena akan menyedihkan mempunyai virtual server dengan memori terbatas.

J2ME merupakan sebuah kombinasi yang terbentuk antara sekumpulan interface Java yang sering disebut Java API (Application Programming Interface) dengan JVM (Java Virtual Machine) yang didesain khusus untuk alat (dalam hal ini mobile device).
Java versi lama (Java 1.x) : Kebutuhan pengembangan program belum dipisah dengan eksekusi.
Sun MicroSystem telah mendefinisikan 3 jenis aplikasi Java :
• Java Standard Edition (SE), sebuah standar API untuk merancang aplikasi desktop dan applets dengan bahasa dasar yang mendukung grafis, M/K, keamanan, konektivitas basis data dan jaringan.
• Java Enterprose Edition (EE), sebuah inisiatif API untuk merancang aplikasi server dengan mendukung untuk basis data.
• Java Macro Edition (ME), sebuah API untuk merancang aplikasi yang jalan pada alat kecil seperti telepon genggam, komputer genggam dan pager.
________________________________________
Bagian-bagian J2ME :
a. JVM => sudah diset untuk versi alat kecil (mobile device)
b. Profil => merupakan pengembangan dari konfigurasi
Java Virtual Machine
Java Virtual Machine (JVM) adalah sebuah spesifikasi untuk sebuah komputer abstrak. JVM terdiri dari sebuah kelas pemanggil dan sebuah interpreter Java yang mengeksekusi kode arsitektur netral. Kelas pemanggil memanggil file .class dari kedua program Java dan Java API untuk dieksekusi oleh interpreter Java. Interpreter Java mungkin sebuah perangkat lunak interpreter yang menterjemahkan satu kode byte pada satu waktu, atau mungkin sebuah just-intime (JIT) kompiler yang menurunkan bytecode arsitektur netral kedalam bahasa mesin untuk host computer.
Em Misyma 11106540
Hasmar Rosadi 11106586
Abdullah Yusuf 11106535
Wahyu Budiadi 11106445
LAYANAN TELEMATIKA
Tidak dapat dipungkiri bahwa seperti halnya infrastruktur transportasi, jalan, dan listrik, teknologi telematika yang merupakan konvergensi dari telekomunikasi, teknologi informasi dan penyiaran memungkinkan terlaksananya aktivitas perekonomian dan sosial kemasyarakatan dengan lebih baik. Meski kontribusi sektor telematika dalam Pendapatan Nasional belum cukup signifikan, hanya sebesar 5.1% utuk tahun 2000 dan 5.8% untuk tahun 2001 namun dengan tersedianya infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informasi, sesungguhnya membantu aktivitas perekonomian, pendidikan, pemerintahan dan aktivitas di sektor lain untuk dapat lebih cepat berputar, lebih efisien berproses dan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan di sektor lain selain telekomunikasi dan informasi.
Salah satu contoh dari dampak langsung pertumbuhan industri telekomunikasi dan informasi di Indonesia terdapat di majalah Warta Ekonomi edisi Maret 2001 yang mencatat ada sedikitnya 900 perusahaan dotcom di Indonesia pada saat booming bisnis e-commerce. Jika rata – rata setiap perusahaan menyerap 50 tenaga kerja ahli di bidang telematika, maka 45.000 tenaga kerja telah terserap dalam industri dotcom di Indonesia. Di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, serta penyedia layanan Teknologi Informasi (TI), diperkirakan tidak kurang dari satu juta tenaga kerja terserap di sektor ini. Sayangnya, menyusul surutnya bisnis e-commerce dan kurangnya dukungan infrastruktur informasi di Indonesia menjadikan banyak perusahaan dotcom Indonesia kurang berhasil dibandingkan India atau negara lain.
Masalah infrastruktur telekomunikasi dan informasi akan semakin mudah dipahami apabila kita melihat wilayah Indonesia bagian timur yang dari sisi kondisi geografisnya cukup sulit untuk dijangkau dan mengakibatkan pembangunannya selalu tertinggal dari wilayah Indonesia lainnya. Dengan adanya teknologi telematika aliran informasi dapat diterima oleh penduduk di kawasan Indonesia timur pada saat yang bersamaan dengan penduduk di daerah lainnya, sehingga tidak terjadi masalah kesenjangan informasi yang akan berakibat pada kurang kompetitifnya daerah kawasan Indonesia timur. Demikian juga dalam hal pendidikan, dengan adanya teknologi telematika, hambatan untuk memperoleh pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga tingkat tinggi dapat diminimalisir melalui tele-education. Perdagangan dapat dipercepat transaksinya dan perhitungan bisnis menjadi lebih akurat melalui e-commerce. Selanjutnya diharapkan pertumbuhan pembangunan akan terjadi dengan memberdayakan potensi daerah kawasan Indonesia timur itu sendiri.
Pembangunan sektor telekomunikasi diyakini akan menarik berkembangnya sektor – sektor lain, sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang secara konsisten menyatakan bahwa penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di negara – negara Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara – negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya yang telah memberi perhatian besar pada sektor telekomunikasi, sehingga selain jumlah pengguna telepon (teledensity) meningkat, terjadi pula peningkatan pertumbuhan ekonomi. Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa Teknologi Telematika sesungguhnya merupakan bagian dari infrastruktur pembangunan.
Akibat arus globalisasi ekonomi dan kondisi di banyak negara infrastruktur telematikanya telah tersedia dalam jumlah yang cukup banyak, maka oleh lingkungan internasional, teknologi telematika khususnya telekomunikasi telah dianggap sebagai komoditas, dan oleh karenanya dalam aktivitas transaksinya selalu menggunakan perhitungan bisnis yang berorientasi profit. Indonesia yang juga tergabung dalam organisasi WTO, tidak terkecualikan dalam lingkungan global ini. Saat ini dapat dikatakan hampir tidak ada perusahaan-perusahaan penyedia jaringan dan layanan telekomunikasi di Indonesia yang tidak berorientasi profit. Pemerintah sendiri sudah sejak beberapa tahun terakhir tidak pernah lagi mengalokasikan dananya untuk membangun infrastruktur telekomunikasi. Tugas pembangunan infrastruktur telekomunikasi dibebankan kepada swasta atau BUMN. Dari penjelasan ini, maka infrastruktur telekomunikasi dan informasi telah menjadi komoditas. Dengan memperlakukan infrastruktur telekomunikasi dan informasi sebagai komoditas, diharapkan pemerintah tidak perlu terlalu jauh mengatur kompetisi dalam penyediaan komoditas, dan mulai menyerahkan pengaturannya kepada mekanisme pasar.
Namun harus disadari bahwa belum seluruh penduduk Indonesia dapat menikmati manfaat dari infrastruktur telekomunikasi ini, bahkan Indonesia termasuk negara yang memiliki jumlah infrastruktur telekomunikasi yang rendah di dunia. Meskipun duopoli dalam kompetisi di sektor telekomunikasi telah diberlakukan, tampaknya aturan pasca duopoli masih perlu diperbaiki agar lebih banyak masyarakat yang dapat memperoleh manfaat layanan telematika. Oleh karenanya penanganan masalah telekomunikasi dalam menyikapi lingkungan global dan kebutuhan penyediaan infrastruktur domestik perlu dilakukan secara hati-hati dan terencana mengingat berbagai permasalahan yang terdapat di dalam sektor yang terkonvergensi ini dan kaitannya dengan keterhubungan infrastruktur luar negeri yang cukup kompleks.
Untuk permasalahan penyiaran, perlu dipikirkan secara sungguh-sungguh penanganan masalah lembaga penyiaran publik, masalah kepemilikan silang dan kepemilikan asing dari lembaga penyiaran swasta dan masalah konten yang memerlukan kejelian dalam menyesuaikannya dengan hal-hal yang berkaitan dengan aspek sosial dan budaya masyarakat Indonesia.
Sumber : Pupil Klasmaya at
* Layanan Layanan Context-Aware dan Event-base
Di dalam ilmu komputer, terdapat sebuah gagasan yang menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang kemudian diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
Seperti yang telah dijelaskan diatas, istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.
Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
1. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
2. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
3. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.
Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :
1. Proximate selection
Proximate selection adalah sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection, atau tempat dan pilihan.
Setidaknya, ada tiga jenis lokasi objek yang bisa ditanamkan ke dalam aplikasi dengan menggunakan teknik ini, yaitu:
1. Perangkat input dan output yang menyediakan penggunaan share lokasi bersama, seperti: penggunaan printer, facsimiles, komputer, video camera, dan lain-lain.
2. Kumpulan objek-objek yang membutuhkan suatu perangkat lunak tertentu untuk saling berinteraksi, misalnya pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan penyatuan dokumen baik antar divisi maupun dalam satu divisi ke dalam suatu database tertentu.
3. Kumpulan lokasi atau tempat yang sering dikunjungi, seperti restoran, night club, pom bensin, mall, dan tempat-tempat lainnya. Dengan adanya inovasi ini tentunya lebih mempermudah user untuk mencari suatu tempat tertentu tanpa harus bergantung kepada yellow pages directori atau bertanya kepada masyarakat sekitar.
2. Automatic Contextual Reconfiguration
Aspek terpenting dari salah satu contoh kasus sistem context-aware ini adalah bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda.
Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.
3. Contextual Informations and Commands
Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu.
Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.
4. Context-Triggered Actions
Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.
Aturan umum yang harus diisi pada form context-triggered actions :
badge location event-type action
event-type dapat berupa kondisi : arriving, departing, settleld-in, missing, or attention. Sebagai contoh :
coffee kitchen arriving “play –v 50 ~/sounds/rooster.au”
artinya, ketika siapapun berada di dapur dan menggunakan mesin coffee maker maka alarm rooster sound akan berbunyi.
Sumber : http://helenamayawardhani.wordpress.com/2009/07/17/context-awareness/
Tugas
Kelompok Telematika
- Jaringan
Media yang dapat mengkoneksikan komputer yang terpisah hingga dapat saling berkomunikasi satu sama lain diantara
- Jaringan Wireless (Wireless Network)
Jaringan Wireless LAN memiliki kesamaan dengan jaringan ethernet kabel dalam pengiriman datanya dalam bentuk paket. Alamat pada sebuah wireless ditentukan oleh ID yang permanen, dan setiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat baik pengirim maupun penerima paket tersebut. Pengiriman paket data pada wireless bersifat antrian, yang berarti bila jaringan dalam keadaan kosong maka paket langsung dikirimkan, namun bila kartu mendeteksi adanya paket data lain yang sedang berjalan, maka ia akan menunggu sesaat kemudian memeriksanya kembali.
Contoh gambar Jaringan Komputer
(Kompleks)
(LAN Sederhana)
Contoh gambar Jaringan Wireless
Tugas Kelompok







